Kegiatan Eskursi ke 8 Rumah Ibadah

Kegiatan yang Bertujuan Agar Mahasiswa UPJ Saling Menghargai Antar Umat Beragama



Bintaro, Tangerang Selatan - Universitas Pembangunan Jaya mengadakan kunjungan ekskursi ke delapan rumah ibadah yang berada di Jakarta dan Tangerang dalam kegiatan mata kuliah agama. Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahunnya ini bertujuan agar mahasiswa bisa berakhlak yang baik serta bisa menghargai dan ada toleransi terhadap perbedaan antar umat beragama.

Universitas Pembangunan Jaya bekerja sama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), yang beberapa pekerjanya ada yang menggajar menjadi dosen tamu dengan tujuan agar mahasiswa bisa lebih cepat mengerti bila diajar dengan orang yang kompeten dibidangnya yang khusus menangani tentang toleransi antar umat beragama dan bisa menyatukan mahasiswa yang berbeda latar belakang agamanya.


Delapan rumah ibadah yang dikunjungi berupa Masjid Istiqlal, Gereja Immanuel, Gereja Katedral, Vihara Ekayana, Klenteng Beon Tek Bio, Pura Parahyangan Jagat Guru, Gurwara Sikh dan Lithang Khongcu Bio. Seluruh mahasiswa terlihat sangat antusias dalam kegiatan ini karena mereka menganggap banyak hal baru yang belum pernah dia temui sebelumnya, karena kelas agama ini tidak seperti kelas agama pada umumnya anak sekolah.

Sebagaian besar mahasiswa yang telah mengikuti ekskursi mengungkapkan bahkan mata kuliah agama ini lebih mengfokuskan kita belajar dan mengerti ada agama lain yang harus kita tau dan hargai. Kemudian mahasiswa mengharapkan setelah mengikuti ekskursi ini bisa lebih taat dalam beribadah pada kepercayaanya masing-masing. Diharapkan Kedepanya Universitas Pembangunan Jaya tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya agar bisa menjadi contoh yang baik dan mengedepankan toleransi antar umat beragama didalam kampus dan berkehidupan sehari-hari mahasiswa.


KONTAK KAMI
Universitas Pembangunan Jaya
Jl. Boulevard Bintaro, Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.

Telepon: (021) 745-5555, (021) 290-45405 





8 komentar:

Pengaruh Media Massa dalam Pembentukan Opini Publik


Media massa sangatlah penting dalam kehidupan, karena dari media massalah masyarakat bisa mendapatkan informasi yang butuhkan untuk mengetahui sebuah peristiwa yang sedang terjadi saat itu juga. Karena itu media sangat berpengaruh untuk pemerintah (elite politik) membuat keputusan atau kebijakan untuk masyarakat. Kemudian dari medialah pemerintah bisa tahu setuju atau tidaknya kebijakan yang dibuat.

Menurut Bernand Hannessy (1990), mengapa media massa mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam dialog politik dan dalam pemecahan konflik sosial secara politik ? salah satu yang diperbuat media adalah mempengaruhi keputusan politik dengan memberikan atau memberikan publikasi kepada para calon dan penyelenggara kebijakan. Namun, media terutama surat kabar mempublikasikan melalui "editorial" dan dapat membantu sejumlah orang untuk pengambilan keputusan terhadap sebuah "isu".(Helena, 2007:68)

Karena kita tau bagaimana kekuatan media dalam membentuk persepsi atau opini, banyak elite politik yang menggunakan media massa untuk membentuk citra, tentu agar mendapat citra yang baik dari masyarakat. Beberapa upaya yang paling banyak dilakukan di media:
  1. Menjalin kerja sama dengan tokoh-yokoh masyarakat yang menjadi panutan.
  2. Mengadakan aktivitas bersama dalam institusi lain yang mempunya reputasi baik, sehingga menciptakan kesan seolah-olah ada kesejajaran dengan institusi atau perusahaan tersebut.
  3. Melakukan kegiatan sosial yang terkesan peduli dengan keadaan sekitar.
Maka dari itu masyakat harus tau dan lebih sadar mana elite politik yang hanya memanfaatkan media untuk pencitraan dan mana yang tulus bekerja demi rakyat tampa menghiraukan apa yang dipikirkan publik terhadap dirinya. Jadi maka dari itu ada yang namanya teori media literasi yaitu masyarakat lebih selektif memilih media untuk digunakan untuk mengakses informasi yang dibutuhkan jangan terlalu mudah percaya dengan apa yang disampaikan media (apalagi media yang dimiliki partai politik) pasti ada kecenderungan memihak.

Olii, Helena. (2007). OPINI PUBLIK. Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang. 


0 komentar:

Ruang Lingkup Komunikasi Politik

Komunikasi Politk adalah komunikasi yang melibatkan aktor politik dan mengandung pesan-pesan politik didalamnya atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan dan kebijakan pemerintah. Pada dasarnya Komunikasi Politik ada untuk membuat masyarakat peduli tentang keadaan politik di negaranya (melek politik). Ada beberapa pendapat sarjana politik diantara Nimmo (2000:8) mengartikan politik sebagai kegiatan orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka di dalam kondisi konflik sosial. Dalam berbagai hal orang berbeda satu sama lain – jasmani, bakat, emosi, kebutuhan, cita-cita, inisiatif, perilaku, dan sebagainya. Lebih lanjut Nimmo menjelaskan terkadang perbedaan ini merangsang argumen perselisihan dan percekcokan.

Di Indonesia sendiri masyarakat sudah mulai peduli tentang politik, dilihat dari antusias masyarakat untuk memilih Presiden dan wakil Presiden di pilpres yang lalu. Seperti yang dikutip Kantaprawira (1983:25) komunikasi politik memfokuskan pada kegunaanya, yaitu untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik pikiran intra golongan institusi, asosiasi, ataupun sector kehidupan politik masyarakat dengan sektor kehidupan politik pemerintahan.

Kini masyarakat mulai sadar betapa penting politik karena pada dasarnya politik itu merupakan sumber dari kehidupan masyarakat selama ini, dari kebijakan yang pro rakyat atau kepentingan partai, yang bisa berimbas pada kehidupan masyakarat. Peran media dalam membangun kesadaran politik juga sangatlah besar, karena itu dari medialah masyarakat tau apa yang sedang dikerjakaan aktor-aktor politik untuk membuat suatu kebijakan. seperti teori jarum hypodermic yaitu apa yang ditampilkan media bisa langsung mempengaruhi audiensnya seperti disuntik jarum yaitu apa yang di sampaikan media langsung dianggap benar dan nyata, begitu pula apabila media menampilkan berita politik yang menangkap salah satu orang yang terlibat korupsi, pasti masyarakat langsung menganggap jelek partai dan orangnya tersebut. 




25 komentar:

Copyright © 2013 MY OPINION